Kesiapan Evaluasi Perizinan Tapak Dalam Rangka Menyongsong Era PLTN di Indonesia

KESIAPAN EVALUASI PERIZINAN TAPAK DALAM RANGKA  MENYONGSONG ERA PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA NUKLIR (PLTN) DI INDONESIA

 

Abstrak

Kesiapan Evaluasi Perizinan Tapak Dalam Rangka  Menyongsong Era Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Di Indonesia. Cadangan bahan bakar minyak (BBM) semakin menipis dan semakin tinggi harganya di pasaran dunia, opsi pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) telah diperhitungkan untuk ikut serta memenuhi permintaan tenaga listrik melalui jaringan listrik nasional. Dalam menghadapi pembangunan dan pengoperasian PLTN tersebut, BAPETEN sebagai Badan Pengawas Tenaga Nuklir melakukan penyiapan infrastruktur pengawasan PLTN baik berupa pembentukan peraturan, perizinan, review dan penilaian, inspeksi dan penegakan hukum sesuai dengan yang  diamanatkan pada UU 10 tahun 1997 tentang ketenaganukliran. Makalah ini menguraikan tentang pengawasan BAPETEN dalam  pembangunan dan pengoperasian PLTN. Pembahasan tentang proses review dan penilaian untuk memastikan dipenuhinya persyaratan izin pembangunan dan pengoperasian PLTN dalam rangka penerbitan izin sesuai regulasi ketenaganukliran, dan pertimbangan norma dan praktek internasional. Pada akhirnya pembangunan dan pengoperasian PLTN dapat terjamin keselamatannya terhadap pekerja, masyarakat dan lingkungan hidup.

Keyword : PLTN, Peraturan Ketenaganukliran

Abstract                                   

The Preparation on Evaluation Site Permit on welcoming the era of Nuclear Power Plants (NPPs) in Indonesia. The oil fuel supply is getting low and high price in world market, The option using Nuclear power plants have been considered to answer Indonesia electrical demand.This paper describes BAPETEN’s regulatory control on the establishment and operation of nuclear power plants. The discussion on the review and assessment process is provided to ensure the compliance on the license requirements for the establishment and operation of nuclear power plants in accordance with nuclear regulation, as well as international norm and practice. Futhermore the safety operation of NPP for worker, people and evironment from radioactive release.

Keyword : NPP, Nuclear regulations

PENDAHULUAN

Sejalan dengan perkembangan pembangunan nasional, peningkatan kemajuan ekonomi dan kesejahteraan rakyat secara keseluruhan maka mau tidak mau akan memerlukan energi dalam jumlah besar. Kebutuhan energi antara lain berupa energi listrik yang diperoleh dari berbagai sumber pembangkitan misalnya dari pusat listrik tenaga air, pusat listrik tenaga minyak, dan termasuk pusat listrik tenaga nuklir. Pemanfaatan tenaga nuklir sebagai pembangkit tenaga listrik di masa datang merupakan tumpuan yang dapat diandalkan karena teknologi PLTN aman, andal, bersih dan berwawasan lingkungan serta relatif ekonomis.

Cadangan bahan bakar minyak (BBM) semakin menipis dan semakin tinggi harganya di pasaran dunia, opsi pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) telah diperhitungkan untuk ikut serta memenuhi permintaan tenaga listrik melalui jaringan listrik nasional.

Kegiatan studi kelayakan pembangunan PLTN di Indonesia telah dimulai sejak dilaksanakan seminar tentang kemungkinan adanya pembangunan PLTN di Indonesia yang dilaksanakan di Karangkates, Malang tahun 1976. Sejak saat itu giat dilaksanakan pemilihan calon tapak yang akan digunakan sebagai usulan tapak PLTN, kegiatan studi ekonomi, studi keselamatan dan teknologi PLTN dan lain sebagainya. Studi kelayakan terakhir dilaksanakan pada sekitar tahun 1993-1996 yang dilakukan oleh NewJec.

Dalam menghadapi pembangunan dan pengoperasian PLTN tersebut, BAPETEN sebagai Badan Pengawas Tenaga Nuklir melakukan penyiapan infrastruktur pengawasan PLTN baik berupa pembentukan peraturan, perizinan, review dan penilaian, inspeksi dan penegakan hukum sesuai dengan yang  diamanatkan pada Undang-undang 10 tahun 1997 tentang ketenaganukliran.

TUJUAN

Tujuan utama dari evaluasi perizinan tapak adalah untuk mengatur bahwa calon tapak PLTN yang akan digunakan sebagai calon tempat dibangunnya PLTN telah memenuhi ketentuan keselamatan pembangunan dan pengoperasian PLTN.

PERSYARATAN  IZIN TAPAK

Persyaratan penerbitan izin tapak PLTN didasarkan pada peraturan sebagai berikut :

  • Undang-undang No. 10 tahun 1997 tentang Ketenaganukliran.
  • Peraturan Pemerintah No. 43 tahun 2006 tentang Perizinan Reaktor Nuklir.

Dalam Undang-undang No. 10 tahun 1997 tentang Ketenaganukliran pasal 17 ayat (1) diterangkan bahwa, setiap pemanfaatan tenaga nuklir wajib memiliki izin, kecuali dalam hal-hal tertentu yang diatur lebih lanjut dengan peraturan pemerintah.

Dalam Peraturan Pemerintah No. 43 tahun 2006 tentang Perizinan Reaktor Nuklir, Pasal 5 ayat 3, Pembangunan, pengoperasian, dan dekomisioning reaktor daya komersial dilaksanakan oleh Badan Usaha Milik Negara, koperasi, dan/atau badan swasta. Setiap pelaksanakan pembangunan, pengoperasian, dan dekomisioning reaktor nuklir sebagaimana dimaksud dalam Pasal 5 wajib memiliki izin dari Kepala BAPETEN. Izin tersebut diberikan secara bertahap, meliputi: Izin Tapak; Izin Konstruksi; Izin Komisioning; Izin Operasi; dan Izin Dekomisioning.

Sebelum mengajukan permohonan izin tapak pemohon harus melaksanakan kegiatan evaluasi tapak.Kegiatan evaluasi tapak dilakukan setelah memenuhi persyaratan evaluasi tapak. Persyaratan meliputi program evaluasi tapak dan program jaminan mutu evaluasi tapak.

Setelah melakukan kegiatan evaluasi tapak pemohon dapat mengajukan izin tapak. Untuk mendapatkan izin tapak, pemohon harus mengajukan permohonan kepada Kepala BAPETEN dengan melampirkan dokumen persyaratan administrasi dan dokumen persyaratan teknis.

Persyaratan administrasi untuk permohonan izin tapak adalah sebagai berikut:

  1. bukti pembentukan Badan Pelaksana, Badan  Usaha Milik Negara, koperasi, dan/atau badan swasta;
  2. izin atau persyaratan lain sesuai peraturan  perundang-undangan.

Persyaratan teknis untuk permohonan izin tapak adalah sebagai berikut:

  1. laporan evaluasi tapak;
  2. data utama reaktor nuklir yang akan dibangun;
  3. Daftar Informasi Desain pendahuluan; dan
  4. rekaman pelaksanaan program jaminan mutu evaluasi tapak.

Tahap untuk izin tapak dapat dilihat pada Gambar 1. BAPETEN melakukan review dan penilaian seluruh kelengkapan persyaratan perizinan untuk tapak PLTN yang diajukan.

 Gambar 1. Tahapan Perizinan Tapak PLTN

PROSEDUR PENERBITAN IZIN TAPAK PLTN

Prosedur penerbitan izin pemanfaatan bahan nuklir cukup sederhana (lihat pada Gambar 2). Pertama-tama pemohon izin mengajukan permohonan izin dengan mengisi formulir permohonan izin tapak PLTN disertai dengan dokumen persyaratan izin. Kemudian BAPETEN c.q Direktorat Perizinan Instalasi dan Bahan Nuklir (DPIBN) melakukan evaluasi. BAPETEN melaksanakan 2 (dua) jenis evaluasi terhadap setiap dokumen permohonan izin yaitu evaluasi administratif dan evaluasi teknis. Evaluasi administratif menghasilkan pernyataan bahwa dokumen permohonan izin tersebut lengkap sehingga dapat dilanjutkan ke tahap selanjutnya yaitu evaluasi teknis. Evaluasi teknis mencakup evaluasi pemenuhan terhadap kriteria penerimaan teknis. Jika diperlukan akan dilakukan verifikasi ke fasilitas pemohon izin untuk mengetahui kebenaran data yang disampaikan dan apakah fasilitas tersebut memadai. Setelah dilakukan evaluasi teknis termasuk verifikasi maka akan keluar keputusan penilaian permohonan izin. Apabila permohonan izin tersebut diterima maka DPIBN akan menyampaikan pemberitahuan tagihan pembayaran tarif PNBP izin dimaksud. Setelah pemohon izin melakukan pembayaran biaya izin, maka BAPETEN akan melakukan penerbitan izin dan pengiriman izin kepada pemohon.

 

Gambar 2. Prosedur Perizinan Instalasi dan Bahan Nuklir

 JANGKA WAKTU IZIN TAPAK

Dalam Peraturan Pemerintah No. 43 tahun 2006 tentang Perizinan Reaktor Nuklir, terdapat ketentuan tentang jangka waktu penilaian dan perbaikan dokumen persyaratan izin tapak serta waktu berlakunya izin tapak yaitu sebagai berikut:

1. Jangka Waktu Penilaian dan Perbaikan dokumen persyaratan izin tapak

  • Pernyataan kelengkapan dokumen diberikan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) bulan.
  • Dalam hal dokumen dinyatakan tidak lengkap, BAPETEN mengembalikan dokumen tersebut kepada pemohon.
  • Dalam hal dokumen dinyatakan lengkap, BAPETEN melakukan penilaian persyaratan administrasi dan teknis.
  • Penilaian persyaratan administrasi dan teknis dilaksanakan dalam jangka waktu paling lama 1 (satu) tahun.
  • Dalam hal dokumen permohonan izin tapak belum memenuhi persyaratan administrasi dan/atau teknis, pemohon harus memperbaiki dan menyampaikan dokumen perbaikan kepada BAPETEN dalam jangka waktu paling lama 4 (empat) tahun sejak dokumen permohonan izin dikembalikan kepada pemohon.
  • Jika pemohon belum memperbaiki dokumen permohonan izin sampai berakhirnya jangka waktu maka pemohon harus melakukan evaluasi tapak ulang.

2.  Jangka Waktu Berlaku izin tapak: Izin tapak berlaku sejak tanggal diterbitkan sampai dengan diterbitkannya Persetujuan Pernyataan Pembebasan

BIAYA IZIN TAPAK

Dalam Peraturan Pemerintah No. 134 tahun 2000 tentang tarif atas jenis penerimaan bukan pajak yang berlaku pada Badan Pengawas Tenaga Nuklir, diatur mengenai biaya izin tapak yaitu sebagai berikut:

1. Reaktor Daya < 600 Mwe

  • Izin Multi Tahap       : Rp. 33.000.000,-
  • Izin Dua Tahap        : Rp. 33.000.000,- 

2. Reaktor Daya ≥ 600 Mwe

  • Izin Multi Tahap       : Rp. 49.500.000,-
  • Izin Dua Tahap        : Rp. 49.500.000,-

EVALUASI KESELAMATAN TERHADAP HASIL EVALUASI TAPAK

Tahap pertama yang memicu proses perizinan adalah pengajuan formal oleh pemohon izin kepada BAPETEN. Berdasarkan proses perizinan tersebut, setelah pengajuan formal oleh pemohon izin, review dan penilaian serta pembahasan berlangsung antara BAPETEN dan seluruh pihak terkait untuk mengidentifikasi cakupan dan tipe informasi yang diperlukan dalam rangka penilaian kelengkapan persyaratan perizinan untuk kegiatan perizinan tersebut. Pembahasan ini mencakup beberapa persyaratan yang tercantum dalam peraturan  yang berlaku.

Dalam melakukan evaluasi kecukupan keselamatan tapak dimana PLTN akan dibangun, beberapa aspek keselamatan dari akibat didirikannya/dioperasikannya PLTN yang harus diperhitungkan adalah:

a. Efek dari kejadian eksternal yang terjadi di dalam wilayah tapak, yang disebabkan oleh alam atau ulah manusia;

b. Karakteristik tapak dan lingkungannya yang dapat mempengaruhi perpindahan zat radioaktif yang lepas ke manusia dan lingkungan; dan

c. Kepadatan penduduk dan distribusi penduduk serta karakteristik lain dari zona eksternal yang mempengaruhi pelaksanaan tindakan penanggulangan keadaan darurat dan keperluan untuk mengevaluasi risiko terhadap individu dan penduduk.

Tapak dinyatakan tidak layak apabila ketiga aspek tidak dapat diterima dan kekurangannya tidak dapat dikompensasi oleh fitur disain, tindakan perlindungan tapak atau prosedur administrasi.

Menurut draft Peraturan Kepala BAPETEN tentang Ketentuan Keselamatan Evaluasi Tapak Reaktor Nuklir, kejadian luar yang harus dievaluasi adalah Gempa Bumi, Patahan Permukaan, bahaya vulkanik, Kejadian Meteorologi (ekstrim dan jarang terjadi), Banjir, Bahaya Geoteknik dan Kejadian Eksternal Ulah Manusia. Aspek parameter teknis yang dievaluasi adalah:

  • Gempa bumi yaitu yang berhubungan dengan kondisi geologi regional dan geoteknik dengan melakukan evaluasi sejarah kegempaan, pemantauan gempa, menentukan seismotektonik menggunakan gempa lokal dan bahaya-bahaya gempa yang mengakibatkan pergerakan tanah. Bahaya akibat gempa harus dikaji dengan memperhitungkan karakteristik seismotektonik baik lokal maupun regional dengan melakukan evaluasi bahaya seismik.
  • Aspek geologi berhubungan dengan Patahan Permukaan yaitu kemampuan patahan baik yang aktif maupun patahan yang tidak aktif serta memiliki potensi untuk bergerak.
  • Bahaya Vulkanik yaitu yang berhubungan dengan data aliran lava, lahar, abu vulkanik, gas sebagai produk gunung api di sekitar tapak.
  • Kejadian meteorologi yaitu yang berhubungan dengan pemantaun data kecepatan angina, hujan, temperature dan salju. Kejadian ekstrim dari meteorologi harus diketahui dengan mengumpulkan, menganalisis data yang akurat untuk menentukan ada tidaknya misalnya kilatan petir yang kuat, tornado, dan tropical cyclone. Kajian bahaya ini harus dilakukan berdasarkan kondisi meteorology yang paling ekstrim.
  • Banjir yaitu terutama yang dikontrol oleh kondisi cuaca dan daerah aliran sungai yang dapat mempengaruhi tingkat keamanan tapak. Evaluasi yang harus dilakukan terhadap banjir adalah akibat hujan, akibat gempa atau fenomena geologi sehingga menyebabkan banjir.
  • Geoteknik yaitu yang berhubungan dnegan evaluasi kestabilan lereng, runtuhan, amblesan, pengangkatan pelapisan ke permukaan, pembuburan, material fondasi yang meliputi kstabilan fondasi, aliran air tanah, sifat kimia air tanah.
  • Kejadian akibat ulah manusia yaitu kegiatan akibat manusia yang ekstrim yang berhubungan dengan data kecelakaan jalur penerbangan, ledakan pabrik kimia, industri berat, sumber bahaya lainnya seperti penyimpanan zat radioaktif, dan kesibukan transportasi yang mempengaruhi keberadaan tapak PLTN.

 PEMBAHASAN

Evaluasi keselamatan tapak telah dilakukan oleh konsultan NewJec dengan guidence dari IAEA. Guidence IAEA tersebut saat ini sudah di adopsi BAPETEN dalam peraturan tingkat Kepala BAPETEN.

Sejauh ini telah beberapa kali dilakukan riview terhadap evaluasi keselamatan Konsultan Newjec oleh IAEA, dan beberapa  hal belum terpenuhi.

BAPETEN saat ini sudah memiliki kesiapan yang cukup dalam melakukan evaluasi keselamatan terhadap permohonan izin tapak baik dari sisi peraturan, perizinan dan inspeksi.

Dari sisi peraturan, BAPETEN telah memiliki peraturan mulai dari tingkat Undang-undang, peraturan pemerintah dan peraturan kepala BAPETEN.

Dari sisi perizinan, BAPETEN telah menyiapkan standar evaluasi untuk permohonan izin tapak PLTN dan sedang menyiapkan standar evaluasi untuk permohonan izin konstruksi PLTN. Prosedur perizinan tapak PLTN pun telah dimiliki, sehingga pemohon izin tidak akan memiliki kendala dalam melakukan aplikasi izin.

Dari sisi inspeksi, BAPETEN telah menyiapkan pedoman untuk inspeksi tapak PLTN dan saat ini sedang mempersiapkan pedoman untuk inspeksi konstruksi PLTN.

Dari kesiapan BAPETEN tersebut, dapat dikatakan bahwa BAPETEN telah memiliki kesiapan yang cukup untuk menerima permohonan izin tapak. Dengan diberikannya izin tapak PLTN maka BAPETEN memberi jaminan bahwa pembangunan PLTN tidak akan membahayakan pekerja, masyarakat dan lingkungan.

KESIMPULAN

BAPETEN telah memiliki kesiapan yang cukup untuk menerima permohonan izin tapak. Dengan diberikannya izin tapak PLTN maka BAPETEN memberi jaminan bahwa pembangunan PLTN tidak akan membahayakan pekerja, masyarakat dan lingkungan.

DAFTAR PUSTAKA

  1. Undang-undang No. 10 tahun 1997 tentang Ketenaganukliran.
  2. Peraturan Pemerintah No. 43 tahun 2006 tentang Perizinan Reaktor Nuklir.
  3. Peraturan Pemerintah No. 134 tahun 2000 tentang tarif atas jenis penerimaan bukan pajak yang berlaku pada Badan Pengawas Tenaga Nuklir
  4. Draft Peraturan Kepala BAPETEN tentang Ketentuan Keselamatan Evaluasi Tapak Reaktor Nuklir.
  5. Prosedur Perizinan Reaktor Nuklir, Tahun 2006.
  6. Prosedur Evaluasi Permohonan Izin Tapak PLTN, Tahun 2006.
  7. Hasil kajian ITB tahun 2003.
About these ads

About teteh ai

hi~ i am ai now i am a student in KAIST with major nuclear engineering, i also still officially work for Nuclear Energy Regulatory Body in Indonesia, ...lets go nuclear!!
This entry was posted in Nuclear Licensing and tagged , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Kesiapan Evaluasi Perizinan Tapak Dalam Rangka Menyongsong Era PLTN di Indonesia

  1. PLTN says:

    met buat tugas…

  2. Sorry, murni tanya nih: apakah syarat tapak PLTN Indonesia justru menjadi INHIBITOR pembangunan PLTN di Indonesia? Padahal…: PLTN Terapung di kapal induk Abraham Lincoln dan kapal selam jangan2 tidak memerlukan kajian mengenai:
    Gempa bumi,
    Aspek geologi,
    Bahaya vulkanik,
    Kejadian meteorologi,
    Banjir,
    Geoteknik,
    Kejadian akibat ulah manusia.

    Penginnya aku? Yah, USA aja boleh gak pake izin tapak segala, masak Indonesia menyusahkan orang lain sih…(eh, bukan orang lain, tapi diri sendiri).
    :)

  3. ertiga says:

    mas ijin copas ya..
    salam kenal..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s